Ada apa antara saya dan fisika?
Yang pasti saya menyenangi fisika. Entah kapan tepatnya saya mulai menyenangi fisika, karena kalau dirunut dari perjalanan kehidupan (akademik) saya, rasanya tidak ada keterkaitan yang signifikan antara saya dengan pelajaran fisika.
Waktu SMP akademik saya biasa saja, apalagi fisikanya. tapi mungkin waktu itu saya suka heran dengan penampilan pa guru fisika, celananya di atas mata kaki, seperti michael Jackson (sekarang namanya Mikaeel setelah masuk islam). Lulus SMP masuk STM jurusan mesin produksi, tiap hari bergelut dengan mesin bubut dan besi. Ada fisikanya, tapi sebagian saja materi fisika yang saya dapatkan dari sekian banyak materi fisika yang ada, mekanika tepatnya bab kesetimbangan. Lulus STM saya urung meneruskan cita-cita saya semenjak masuk STM yaitu kerja di perusahaan besar seperti Krakatau Steel di Cilegon atau Bridgeston di Tangerang. Saya membuat keputusan yang mendadak, di luar kebiasaan siswa STM kebanyakan: di saat teman-teman STM sedang berlomba masuk bursa kerja, saya sibuk menyiapkan Tes masuk PT. Saya harus meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, S-1. Entah apa jurusan yang harus saya pilih, pokoknya saya harus jadi sarjana.
Al-hamdulillah dengan susah payah (bagi) saya, akhirnya saya diterima di Fisika non Kependidikan UPI melalui jalur UMPTN (sekarang SNMPTN).
Awal masuk kuliah, saya sama sekali tidak bisa menikmati indahnya fisika, yang ada capek luar biasa.. saya harus nunggu dosen, buat laporan awal, laporan akhir praktikum, menyiapkan materi buat tes, dll. pokoknya kultur yang sangat jauh berbeda dengan ketika saya masih di STM. sempat kesel, kecewa, salah jurusan, dan macam-macam ada di benak saya. bahkan ada teman yang pindah jurusan satu tahun kemudian karena merasa di Fisika UPI adalah nereka baginya, tidak jelas masa depannya, dan banyak alasan lainnya.
Setelah menjalani sekian lama… akhirnya saya menyadari, dan memahami bahwa takdir saya ada di FISIKA UPI. ”it’s my destiny” Fisika UPI lah yang terbaik bagi saya yang diberikan Allah SWT. Sejak itulah saya mulai merasa bahwa fisika adalah bagian dari keseharian kehidupan saya, mulai dari bangun pagi, gesek-gesek mata ada gaya gesek, jangan terlalu kuat menggeseknya karena akan menimbulkan kalor yang berbahaya buat kulit dan mata kita, masuk kamar mandi cuci muka dan berwudlu disitu ada hukum bernoulli tentang kecepatan aliran fluida, lalu sholat shubuh badan kita harus ada dalam keadaan setimbang, maklum biasanya kalau sholat shubuh badan terasa sempoyongan (masih ngantuk mungkin) apalagi imamnya baca surat panjang., sarapan,.. berangkat kuliah, berinteraksi dengan teman2,..dst…dst.. sampai balik lagi rumah…. semua ada fisikanya… luar biasa… Fisika adalah sunnatullah.. kumpulan aturan-aturan Allah yang berlaku di bumi ini… Subhanallah..
Saat ini saya kembali belajar memahami fisika lebih dalam lagi terutama fisika dasar. Selain buat sendiri, saya coba tularkan kepada orang lain terutama siswa SMA.
Ada ikatan emosianal, kenikmatan tersendiri, fokus fikiran, relaksasi, fikiran positif, jauh dari fikiran dengki, hasad, apalagi jorok ketika saya berusaha menyelesaikan soal-soal fisika. Percaya diri, ingin berbagi, senyum di hati (kumaha..??) dan perasaan-perasaan positif lainnya saya rasakan setelah soal-soalnya terselesaikan. (coba aza..)
Jadi ada apa antara saya dan fisika? ….
Luar biasa… Allahu Akbar…