Archive for the ‘Catatan Harian’ Category

Kita pasti Jaya

August 11, 2009

“Barangsiapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, ia adalah orang yang beruntung; Barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin, ia adalah orang yang rugi; dan barang siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin, ia adalah orang yang celaka” Begitulah Rasulullah SAW bersabda.

Keadaan kita hari ini adalah akibat perbuatan kita masa lalu. Kita miskin, menderita, terpuruk, terhina adalah akibat sikap kita di masa lalu. Tidak ada yang layak untuk disalahkan jika kondisi kita seperti itu saat ini selain diri kita sendiri.

Jika keadaan kita saat ini adalah akibat perbuatan masa lalu, maka sudah bisa dipastikan bahwa masa depan kita ditentukan oleh perbuatan kita hari ini. Oleh karena itu, kalau kita menginginkan masa depan kita lebih baik maka pastikan hari ini kita berbuat yang terbaik. Namun jika hari ini kita sama saja dengan hari kemarin, masa depan kitapun akan sama saja dengan saat ini, bahkan bisa lebih buruk.

Saya yakin kita semua pasti menginginkan masa depan kita lebih cerah, lebih bahagia, lebih sukses, kaya raya, semakin bertaqwa, semakin sholeh, membantu orang lain, Islam jaya, dll. Namun tidak sedikit diantara kita yang tidak menyadari bahwa untuk mendapatkan itu semua adalah dengan melakukan yang terbaik saat ini. Mereka hanya  sebatas ingin  tanpa melakukan perubahan apapun. berharap Allah memberikan sesuatu yang ajaib semacam pertolongan, tiba-tiba jadi kaya raya, tiba-tiba sukses, tiba-tiba pintar, tiba-tiba islam jaya, tiba-tiba.. dan tiba-tiba…

Mari kita bersama-sama sekuat tenaga mengamalkan apa yang Rasulullah sabdakan di atas. Saya yakin Kita pasti akan berjaya. Tidak hanya di dunia, di akhirat juga.

Kita (manusia) adalah makhluk terbaik

August 3, 2009

“Alhamdulillah.. aku bersyukur pada Mu ya Allah.. karena kini aku menyadari bahwa aku adalah makhluk Mu yang terbaik di muka bumi ini… Oleh karena itu, maka aku akan melakukan yang terbaik dalam kehidupanku dengan berfikir dan bersikap: 1 …, 2……, 3…..”

Itulah kira-kira ungkapan tulus penuh kesadaran dari ratusan peserta salah satu seminar terbaik waktu itu. Seminar yang sangat berkesan bagiku…

Yang ingin aku bicarakan disini adalah bukan jenis seminarnya apa, lokasinya dimana, biayanya berapa,dll., namun hasil dari seminar itu yang ingin aku bagi pada semua pembaca…

Selama ini mungkin ada diantara kita yang tidak menyadari bahwa kita adalah makhluk terbaik yang Allah ciptakan untuk kehidupan di dunia ini… Luar Biasa..!!! Untuk menjadi khalifah fil ardh… pengurus bumi… Waw…!!! Bukan  untuk ngurus diri, rumah tangga, kampung dan negara saja… tetapi muka bumi…sekali lagi Waw… Luar Biasa!!!. Jadi kalau kita hanya berfikir untuk diri sendiri, keluarga, kampung, dan negara saja… maka rugi…kita.. kita telah menyia-nyiakan kemampuan kita untuk mengurus dunia ini… Dan saya yakin Allah sebagai pencipta kita pasti kecewa… bagaimana tidak kecewa… Kita diperuntukkan untuk mengurus dunia.. ternyata kita tidak mampu memenuhi maksud penciptaan kita.

Katakanlah saya membuat 2 buah pulpen, pensil A dan pensil B. Pensil A saya buat biasa-biasa saja sedangkan Pensil B saya buat istimewa dengan maksud untuk menjadi pensil terbaik bagi saya. Karena dibuat istimewa, maka pensil B adalah pensil istimewa bagi saya, dan pasti akan saya gunakan untuk momen-momen terbaik dalam kehidupan tulis menulis  saya. Ketika pensil B ternyata tidak memberikan yang terbaik bagi saya, atau hasilnya sama saja dengan pensil A, maka saya sebagai pembuat yang punya maksud terhadap pensil B ini pasti akan kecewa.

Menurut saya, Allah pun sama, pasti kecewa ketika kita tidak mampu memberikan yang terbaik bagi pencipta kita… yaitu menjadi khalifah di muka bumi.

Dan akan sangat kecewa bahkan murka ketika ngurus negara, kampung, rumah bahkan ngurus diri saja tidak bisa. Jangankan ngurus dunia… ngurus dirinya sendiri aza tidak bisa… boro-boro berkontribusi bagi dunia… huh.

Maka, mulai sekarang mari kita yakinkan bersama-sama bahwa kita adalah makhluk terbaik yang Allah ciptakan dengan maksud terbaik pula… Khalifah fil ardh… Kitalah yang akan mengurus dunia ini… tentu saja mulai dari diri sendiri, lalu jangan cukup untuk diri sendiri… tingkatkan untuk keluarga dan jangan merasa cukup ketika keluarga kita bahagia… terus tingkatkan.. kita harus ngurus saudara-saudara kita, negeri kita… hingga akhirnya kitalah yang mengurus dunia ini… Amiin.

Doa Maslahat

June 11, 2009

Allahumma ashlih lii diiniil-ladzii Huwa’ishmatu amri, wa ashlihlii dunyayallatii fiiHaa ma’asyii, wa ashlihlii akhirati allatii fiHaa ma’aadi, waj’alil-hayaata ziyaadatallana fii kulli khairin, waj’alil-mauta raahatal-lanaa min kulli syarr (rawahul Muslim)

“Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang merupakan urusanku yang paling berharga. Perbaikilah urusan duniaku yang merupakan tempat hidupku. Perbaikilah urusan akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Jadikan hidup ini sebagai tambahan dalam setiap kebaikan, dan jadikanlah matiku sebagai istirahat dari semua kejahatan (HR. MUSLIM)

Insya Allah saya siap, syaratnya…

March 20, 2009

Kenapa jika kita mendapatkan koreksi, kadang kita suka bete? wajar jika bete kalau kita tidak merasa salah, lalu ada yang koreksi kita. Namun, tidak sedikit orang yang menyadari kesalahannya, lalu ada yang koreksi, masih juga bete.

Hal ini terjadi pada saya sendiri langsung. Saya sedikit bete ketika tadi pagi dikoreksi oleh seseorang yang sangat saya segani. padahal sebelumnya saya sudah menyadari dan memperbaiki kekeliruan saya.

walaupun betenya sedikit, tapi saya heran pada diri saya sendiri, kenapa kok harus bete? Bukankah itu adalah bentuk perhatian beliau pada saya? Bukankah memang seharusnya saya dikoreksi? Kenapa saya tidak berfikiran positif saat itu?

Inilah mungkin peran syetan yang selalu membisikan rasa was-was kepada hati manusia. Sesaat setelah dikoreksi saat itu, timbul rasa kurang percaya diri, khawatir hilang kepercayaan, dll. yang membuat hati ini was-was.

Sekian jam lamanya hati ini masih sendu, perpaduan antara bete, rasa was-was dengan usaha membangun kembali sifat optimis.

Sekarang insya Allah saya masih berusaha untuk optimis, berfikiran positif.  Saya yakinkan diri ini dengan nashihat dari isteri saya, menurutnya, koreksi anggap sebagai nashihat, sebagai bentuk kasih sayang Allah pada saya, saya dikoreksi artinya saya mendapat perhatian dari orang yang sangat saya segani, koreksi adalah salah satu cara untuk melejitkan potensi diri. dst..

Mungkin salah satu penyebab awalnya adalah saya belum/tidak siap untuk dikoreksi. Padahal secara teori seharusnya saya siap untuk dikoreksi. Dan sekarang dengan mohon pertolongan Allah, saya nyatakan insya Allah saya siap, syaratnya yang mengoreksi harus tanpa rasa dengki he.. he…  (maaf bersyarat).

Apa bedanya kita dengan mereka?

January 29, 2009

Apa bedanya kita dengan mereka?  jika bangun tidur, pertama yang terpikirkan adalah pekerjaan kita?

Apa bedanya kita dengan mereka?  jika kita makan, kita lupa saudara-saudara kita.

Apa bedanya kita dengan mereka? jika fikiran kita sedikitpun tidak terbersit untuk mengingat derita saudara kita.

Apa bedanya kita dengan mereka? jika kita dapat kabar duka, sedikitpun tidak ada respon dari hati kita. minimal dengan do’a.

Tidak ada bedanya kita dengan mereka, jika kita begitu. Syahadat kita, Sholat kita, zakat kita, shaum kita, ibadah2 ritual lainnya yang kita lakukan hanya topeng belaka.

Begitu kira-kira nashihat yang saya terima dari salah seorang guru saya tadi pagi. Kita maksudnya adalah muslim yang benar-benar keislamannya dan mereka adalah muslim  yang diragukan keislamannya. Lebih jauh lagi puncaknya, menurut beliau:  kalau kita sudah tidak bisa dibedakan sebagai muslim dan ‘muslim-musliman’, maka pertanyaanya adalah Apa bedanya kita dengan kafirin?

Benar-benar pertanyaan yang membuat saya tertegun dan malu.

Mohon do’anya, semoga saya dikuatkan untuk berusaha tidak sama dengan mereka.

On Time & In Time

January 27, 2009

Apa bedanya On Time dan In Time?

Beberapa minggu sebelumnya, tepatnya awal bulan januri saya diharuskan mengikuti diklat Public Relation (PR) yang diadakan perusahaan tempat saya bekerja. Walaupun saya bukan bagian PR, tapi saya tetap harus ikut karena ilmu PR sangat bermanfaat, sewaktu-waktu akan digunakan.

Banyak ilmu yangs saya peroleh mengenai PR, namun pada intinya PR adalah ilmu tentang pelayanan kita kepada konsumen kita. Di dalam tulisan ini, saya tidak akan banyak membahas mengenai ilmu PR nya, tapi saya akan berbagi mengenai apa yang sudah diucapkan oleh sang pemateri Drs. Wina Erwina (FIKOM UNPAD BDG).

Yang menarik adalah, dalam satu kesempatan, Bu Wina menyinggung tentang Jam Kerja Karyawan/Guru/siapapun juga yang terlibat dalam satu perusahaan/institusi.

Menurut beliau, ketika seorang yang bekerja datang ke tempat kerja dengan “On Time”, maka ia sudah tepat sebagai pekerja. Namun, akan lebih tepat kalau ia “In Time” di tempat kerja, katanya.

Apa bedanya? Kalau On Time, ia datang tepat pada waktunya, kalau In Time ia datang sekian menit sebelum waktunya. Seorang pekerja yang On Time, ia masih membutuhkan waktu sekian menit untuk menyiapkan kelengkapan kerjanya, misalnya: menyalakan komputer, membersihkan meja, kursi, mengecek spidol bagi guru, mengambil buku, dll. dan jelas ia telah mengambil sekian waktunya untuk persiapan tersebut.

Lain halnya dengan pekerja yang In Time. Ia datang ke tempat kerja sekian menit sebelum waktunya. sekian menit sebelum waktunya tersebut, ia gunakan untuk mempersiapkan semua kelengkapan kerjanya. sehingga pada saatnya bekerja ia sudah siap untuk bekerja. Begitu menurut beliau.

Mmmhh… dua kata yang mirip, namun syarat akan makna yang berbeda. In Time benar-benar menunjukkan kualitas kinerja seseorang.

Jadi, mau pilih mana? On Time atau In Time? terserah… dua-duanya baik yang buruk adalah telat, lebih buruk lagi tidak sama sekali.

Tidak Kecewa dengan Obama

January 24, 2009

Di hari pelantikan Mr. Barack Obama, perhatian seluruh media dunia hampir semuanya tertuju padanya. Harapan masyarakat dunia sangat besar kepada sosok kulit hitam pertama Presiden Amerika ini. Termasuk masyarakat di Indonesia. Harapan akan adanya kebijakan yang cukup  ‘bijak’ daripada pendahulunya yang tidak bijak. sama sekali.

Khusus sebagian muslimin di Indonesia umumnya di dunia, sama berharap besar kepada Mr. Barrack Obama ini. Selama ini pemerintah Amerika yang tidak pernah pro terhadap muslimin ‘fundamental’ (menurut mereka), dengan hadirnya Presiden ini diharapkan ada perubahan, minimal lebih moderat dan bisa fair dalam melihat permasalahan dunia.

Pembuktian Janji-janji Obama semasa kampanyenya sangat ditunggu oleh masyarakat muslim ‘fundamental’ di dunia. Salah satu janjinya adalah akan menutup penjara Guantanamo Kuba, tempat berkumpulnya tahanan para ‘teroris’ versi mereka. Dan menurut kabar di media elektronik, katanya memang Obama memerintahkan untuk menutup penjara Guantanamo tersebut. Semoga saja benar, tidak terjadi rekayasa.

Namun, dari sekian harapan masyarakat dunia khususnya muslim ‘fundamental’ itu terhadap Sang Presiden, ada satu harapan yang sudah hancur terhadapnya. yaitu, pernyataan: bahwa ia

mendukung agresi Israel terhadap Palestina dan akan menjamin keamanan Israel.

Tentu saja pernyataan yang sangat mengecewakan.

Tapi, bagi saya, pernyataan tersebut tidak mengecewakan. Malah sebaliknya. Dengan adanya pernyataan tersebut, terang sudah keberpihakan pemerintah Amerika terhadap Israel dan otomatis menghilangkan suudzan saya dan mungkin teman-teman muslim lainnya selama ini. Sejak awal saya tidak ‘berharap’ kepadanya, dan bagaimana bisa kecewa jika tidak ada harapan kepadanya. Walaupun pernah tinggal di Indonesia dan ada nama Husen di tengah nama lengkapnya, tetap saja saya tidak berharap padanya. (Orang Arab saja tidak kalah bagus namanya dengan Husen Obama, tapi…).

Keyakinan saya, siapapun presidennya tetap saja sama. Di belakang Sang Presiden lah yang berperan. Merekalah yang menggerakan pemerintahan Amerika. Munculnya kabar di media televisi yang mengabarkan pidato Barack Obama di depan AIPAC (American Israel Public Affairs Committee) adalah pembuktian keyakinan tersebut. Obama mengatakan bahwa intinya Israel adalah sekutu terbaiknya, dan Amerika akan selalu menjaga dengan baik hubungannya dengan Israel.

Jadi, saya tidak kecewa dengan Obama. Bukan berarti saya pesimis, tapi yakinlah bahwa selama ada Yahudi dengan lobi-lobinya, maka pemerintah Amerika akan selalu berpihak kepada mereka.

Rindu Siemens

January 24, 2009

Kebiasaan saya kalau di kelas atau dipertemuan-pertemuan setingan hp diubah ke mode getar saja. Supaya hanya saya saja yang merasakan adanya pesan masuk atau telepon masuk. Setelah selesai kegiatan, saya ubah ke mode umum yaitu dering + getar, itupun kalau saya tidak lupa. Seringnya sih lupa.

Sudah lebih satu minggu saya merasakan ada kendala dalam hal komunikasi dengan orang lain. Terutama ketika ada pesan atau telepon masuk. Saya selalu mendapat misscall atau lambat buka pesan. Tentu saja hal ini sangat menggangu saya. Saya tidak bisa bertindak sesuai dengan ‘momentum’ (bukan massa kali kecepatan) yang tepat.

Awalnya saya anggap hal ini adalah kelalaian saya saja. Namun rupanya, masalahnya adalah HP saya. Ternyata Mode Getarnya sudah tidak berfungsi lagi.Padahal saya baru memilikinya sekitar 6 bulan.

HP saya merk Hi-Tech (music mobile). katanya sih pabrikan dalam negeri (ga tahu juga soalnya belum ngecek).  Saya dapat dari teman saya hasil dari tukar tambah dengan HP lama saya merek Siemen, C75 tipenya. Kelebihannya adalah dual GSM dan banyak feature multimedianya yang tidak dimiliki oleh Siemen C75. Selain itu, Hi-Tech jauh lebih murah dibanding dengan Siemens untuk feature yang sama.

Tentu saja karena beberapa kelebihan itulah saya rela mengeluarkan hp andalan saya sejak dulu, bertahun-tahun saya miliki, tahan banting, kuat, sederhana dan bebas dari isu sebagai penyokong dana buat Israel. terakhir saya dapat kabar, bahwa hp siemen adalah hp yang paling kecil radiasinya dibanding dengan lainnya.

Dengan kejadian ini, saya rindu HP siemens, suaranya yang khas, bobotnya yang pas ingin kembali saya rasakan. Namun, sepertinya saat ini saya belum bisa memilikinya. Ada prioritas lain yang harus didahulukan dananya.Tapi tidak apa-apa, Hi-Tech saya masih bisa melantunkan nasyid palestina, pembangkit semangat kerja, juga masih bisa berkomunikasi dengan lancar. Syaratnya adalah jangan gunakan mode getar saja.

Barokallah..

December 22, 2008
Barokallohu laka wa baroka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khoiir.

Barokallohu laka wa baroka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khoiir.

Ku ucapkan do’a sambil memelukmu. Tak terasa air mata membahasi pipiku. Suka duka telah kita lalui bersama. Kini kau sudah berumah tangga.

Selamat menempuh hidup baru. Bersama cinta sejatimu. Nikmatilah setiap keindahannya. Hadapilah setiap rintangannya.

Kini, kau telah pergi.Meninggalkan kami di sini. Jangan kau hapus kenangan kita.Agar ukhuwah tetap terjaga.

Ingatlah, dengan berumah tangga hidup harus lebih bermakna. Ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya harus semakin bertambah. Sekarang pemimpinmu telah berganti, bukan lagi Umi dan Abi. Taatilah ia, selama menaati Allah dan Rasul-Nya.

Jika engkau begitu disertai berbuat baik pada Umi dan Abi. Aku do’akan semoga engkau masuk surga.

Maaf ya…

December 2, 2008

30/11/2008 19:23

Ushain, dlm bulan sptmbr ni…

saya ga ngerti, apa maksudnya? bulan september lagi. saya tidak membalasnya, mungkin salah sambung kata hati saya.

01/12/2008 11:08

Sy sarankn, dlm minggu ini km hrs, jaga kesehatn ya, makan yg bnyk, biar gemuk & sehat, aku gak mau loh pd waktunya nanti km skt dan kurus, klu kamu gemuk&(…..)

saya masih tetep ga ngerti, apa maksud Iwan sms ke saya seperti ini. Saya coba ingat-ingat barangkali mengenai bulu tangkis, tapi rasanya ga nyambung. mmh.. Mungkin Iwan ngasih perhatian buat temannya (bukan saya) yang kurus dan tak mau makan.

kali ini Saya bales sms:

apa maksudnya ini? saya ga ngerti, Iwan ngobrol dengan siapa?

sengaja saya sebut namanya supaya dia inget bahwa saya adalah Agus, bukan temannya yang kurus itu. DIa malah sms lagi

cieeuh, belagu amat cih loh, siapkan aja masih ada wkt kop, seminggu lg.

saya semakin ga ngerti, apalagi dengan bahasanya yang tidak biasanya.. saya sms lagi dengan penuh rasa kesal,:

Saya ngacung yeuh teu ngarti! Lieur ngobrol jeung didinya mah!

Baca dgn seksama, lamun masih keneh t hrtos tanyaken k pak munif, bc nu kitu war tengarti, telmi amat cih loh,

balas Iwan.

kok nyuruh saya ke Pa Munif, berarti dia ga salah sambung. saya penasaran. segera saya tanyakan ke pa munif yang alhamdulillah sedang duduk ngobrol dengan kang indra setelah sholat dzuhur berjamaah.

Dengan tenangnya mas munif, membuka sms pertama Iwan tanggal 30/11/2008 19:23

Ushain, dlm bulan sptmbr ni…

jga kshtan km & byj mkn y?

q g mw pd wktny nnt km -krus-ngk brtenga& -skt2n

Tnd syg dr:

“PANITIA QURBAN ‘2009″ He.. he…

Tanpa dijelaskan Pa Munif saya langsung ngerti. satu kosong kata Pa Munif. Agus dah dikerjain Iwan. he…he… .

Saya pergi dengan rasa malu, saya dah ketipu, saya dah marah-marah, kesel. gara-gara saya kurang teliti, buru-buru baca sms. saya pikir sms pertama Iwan tidak ada kelanjutannya, ternyata masih banyak kalimat di bawahnya, sengaja mungkin Iwan kosongkan beberapa baris antar kalimat.. coba jika saya tenang membacanya dan sampai tuntas melihat k bawah… mungkin saya tidak perlu marah-marah dan berfikiran macam-macam.

Walau Iwan salah nyebut bulan tapi saya faham Iwan hendak mengingatkan saya akan idul qurban.

Iwan mohon maaf ya…

Pelajaran penting: Baca sms harus sampai tuntas.