Apa bedanya kita dengan mereka?

January 29, 2009 by asmaf

Apa bedanya kita dengan mereka?  jika bangun tidur, pertama yang terpikirkan adalah pekerjaan kita?

Apa bedanya kita dengan mereka?  jika kita makan, kita lupa saudara-saudara kita.

Apa bedanya kita dengan mereka? jika fikiran kita sedikitpun tidak terbersit untuk mengingat derita saudara kita.

Apa bedanya kita dengan mereka? jika kita dapat kabar duka, sedikitpun tidak ada respon dari hati kita. minimal dengan do’a.

Tidak ada bedanya kita dengan mereka, jika kita begitu. Syahadat kita, Sholat kita, zakat kita, shaum kita, ibadah2 ritual lainnya yang kita lakukan hanya topeng belaka.

Begitu kira-kira nashihat yang saya terima dari salah seorang guru saya tadi pagi. Kita maksudnya adalah muslim yang benar-benar keislamannya dan mereka adalah muslim  yang diragukan keislamannya. Lebih jauh lagi puncaknya, menurut beliau:  kalau kita sudah tidak bisa dibedakan sebagai muslim dan ‘muslim-musliman’, maka pertanyaanya adalah Apa bedanya kita dengan kafirin?

Benar-benar pertanyaan yang membuat saya tertegun dan malu.

Mohon do’anya, semoga saya dikuatkan untuk berusaha tidak sama dengan mereka.

Jawaban Pertanyaan Ibu Guru

January 27, 2009 by asmaf

Al-hamdulillah saat ini saya berkesempatan untuk menuliskan jawaban pertanyaan Ibu Guru Fisika (teman saya) di blog ini.

Kalau dihitung semenjak diajukan pertanyaan tersebut, yakni tanggal 02 Des 08 hingga saat ini jelas sangat lama sekali. 1 tahun lamanya. 2008 – 2009. Tapi, tidak masalah, walaupun sudah agak basi, tapi ilmu akan selalu berguna sepanjang kita memerlukannya.

Ada 4 pertanyaan yang beliau ajukan saat itu. 3 pertanyaannya sempat saya tulis dan satu lagi tidak sempat. Saya tuliskan jawabannya saja tanpa pembahasan, karena menulis pembahasan memerlukan waktu yang cukup lama. terutama kesabaran menulisnya. (maaf, saya khawatir tidak sabar :-) )

1.Banyaknya vektor yang tidak sebidang yang menghasilkan resultan nol, paling sedikit adalah … jawabannya adalah 4 buah.

2. Seseorang berenang dengan laju konstan menyebrangi sungai yang lebarnya 100 m dan berarus konstan. Saat ia berenang tegak lurus arah arus, ia akan sampai di seberang 50 m ke arah hilir dari tempat semula. Agar ia dapat tepat sampai di seberang tempat semula, maka ia harus berenang dengan arah ke hulu membentuk sudut … dengan tepian sungai. jawabannya adalah θ = 180-104,5=75,5

mohon maaf, jawaban ini salah, saya tidak memahami maksud pembuat soal, yang  benar adalah θ = 60

3. Sebuah keping persegi panjang yang panjangnya P dan lebarnya L serta massanya m, mula-mula tergeletak pada lantai datar dengan bagian panjang sejajar lantai. Usaha untuk mendirikan keping agar lebarnya sejajar lantai adalah … jawabannya adalah W=mg(P-L)/2

Anda punya jawaban lain?

On Time & In Time

January 27, 2009 by asmaf

Apa bedanya On Time dan In Time?

Beberapa minggu sebelumnya, tepatnya awal bulan januri saya diharuskan mengikuti diklat Public Relation (PR) yang diadakan perusahaan tempat saya bekerja. Walaupun saya bukan bagian PR, tapi saya tetap harus ikut karena ilmu PR sangat bermanfaat, sewaktu-waktu akan digunakan.

Banyak ilmu yangs saya peroleh mengenai PR, namun pada intinya PR adalah ilmu tentang pelayanan kita kepada konsumen kita. Di dalam tulisan ini, saya tidak akan banyak membahas mengenai ilmu PR nya, tapi saya akan berbagi mengenai apa yang sudah diucapkan oleh sang pemateri Drs. Wina Erwina (FIKOM UNPAD BDG).

Yang menarik adalah, dalam satu kesempatan, Bu Wina menyinggung tentang Jam Kerja Karyawan/Guru/siapapun juga yang terlibat dalam satu perusahaan/institusi.

Menurut beliau, ketika seorang yang bekerja datang ke tempat kerja dengan “On Time”, maka ia sudah tepat sebagai pekerja. Namun, akan lebih tepat kalau ia “In Time” di tempat kerja, katanya.

Apa bedanya? Kalau On Time, ia datang tepat pada waktunya, kalau In Time ia datang sekian menit sebelum waktunya. Seorang pekerja yang On Time, ia masih membutuhkan waktu sekian menit untuk menyiapkan kelengkapan kerjanya, misalnya: menyalakan komputer, membersihkan meja, kursi, mengecek spidol bagi guru, mengambil buku, dll. dan jelas ia telah mengambil sekian waktunya untuk persiapan tersebut.

Lain halnya dengan pekerja yang In Time. Ia datang ke tempat kerja sekian menit sebelum waktunya. sekian menit sebelum waktunya tersebut, ia gunakan untuk mempersiapkan semua kelengkapan kerjanya. sehingga pada saatnya bekerja ia sudah siap untuk bekerja. Begitu menurut beliau.

Mmmhh… dua kata yang mirip, namun syarat akan makna yang berbeda. In Time benar-benar menunjukkan kualitas kinerja seseorang.

Jadi, mau pilih mana? On Time atau In Time? terserah… dua-duanya baik yang buruk adalah telat, lebih buruk lagi tidak sama sekali.

Tidak Kecewa dengan Obama

January 24, 2009 by asmaf

Di hari pelantikan Mr. Barack Obama, perhatian seluruh media dunia hampir semuanya tertuju padanya. Harapan masyarakat dunia sangat besar kepada sosok kulit hitam pertama Presiden Amerika ini. Termasuk masyarakat di Indonesia. Harapan akan adanya kebijakan yang cukup  ‘bijak’ daripada pendahulunya yang tidak bijak. sama sekali.

Khusus sebagian muslimin di Indonesia umumnya di dunia, sama berharap besar kepada Mr. Barrack Obama ini. Selama ini pemerintah Amerika yang tidak pernah pro terhadap muslimin ‘fundamental’ (menurut mereka), dengan hadirnya Presiden ini diharapkan ada perubahan, minimal lebih moderat dan bisa fair dalam melihat permasalahan dunia.

Pembuktian Janji-janji Obama semasa kampanyenya sangat ditunggu oleh masyarakat muslim ‘fundamental’ di dunia. Salah satu janjinya adalah akan menutup penjara Guantanamo Kuba, tempat berkumpulnya tahanan para ‘teroris’ versi mereka. Dan menurut kabar di media elektronik, katanya memang Obama memerintahkan untuk menutup penjara Guantanamo tersebut. Semoga saja benar, tidak terjadi rekayasa.

Namun, dari sekian harapan masyarakat dunia khususnya muslim ‘fundamental’ itu terhadap Sang Presiden, ada satu harapan yang sudah hancur terhadapnya. yaitu, pernyataan: bahwa ia

mendukung agresi Israel terhadap Palestina dan akan menjamin keamanan Israel.

Tentu saja pernyataan yang sangat mengecewakan.

Tapi, bagi saya, pernyataan tersebut tidak mengecewakan. Malah sebaliknya. Dengan adanya pernyataan tersebut, terang sudah keberpihakan pemerintah Amerika terhadap Israel dan otomatis menghilangkan suudzan saya dan mungkin teman-teman muslim lainnya selama ini. Sejak awal saya tidak ‘berharap’ kepadanya, dan bagaimana bisa kecewa jika tidak ada harapan kepadanya. Walaupun pernah tinggal di Indonesia dan ada nama Husen di tengah nama lengkapnya, tetap saja saya tidak berharap padanya. (Orang Arab saja tidak kalah bagus namanya dengan Husen Obama, tapi…).

Keyakinan saya, siapapun presidennya tetap saja sama. Di belakang Sang Presiden lah yang berperan. Merekalah yang menggerakan pemerintahan Amerika. Munculnya kabar di media televisi yang mengabarkan pidato Barack Obama di depan AIPAC (American Israel Public Affairs Committee) adalah pembuktian keyakinan tersebut. Obama mengatakan bahwa intinya Israel adalah sekutu terbaiknya, dan Amerika akan selalu menjaga dengan baik hubungannya dengan Israel.

Jadi, saya tidak kecewa dengan Obama. Bukan berarti saya pesimis, tapi yakinlah bahwa selama ada Yahudi dengan lobi-lobinya, maka pemerintah Amerika akan selalu berpihak kepada mereka.

Rindu Siemens

January 24, 2009 by asmaf

Kebiasaan saya kalau di kelas atau dipertemuan-pertemuan setingan hp diubah ke mode getar saja. Supaya hanya saya saja yang merasakan adanya pesan masuk atau telepon masuk. Setelah selesai kegiatan, saya ubah ke mode umum yaitu dering + getar, itupun kalau saya tidak lupa. Seringnya sih lupa.

Sudah lebih satu minggu saya merasakan ada kendala dalam hal komunikasi dengan orang lain. Terutama ketika ada pesan atau telepon masuk. Saya selalu mendapat misscall atau lambat buka pesan. Tentu saja hal ini sangat menggangu saya. Saya tidak bisa bertindak sesuai dengan ‘momentum’ (bukan massa kali kecepatan) yang tepat.

Awalnya saya anggap hal ini adalah kelalaian saya saja. Namun rupanya, masalahnya adalah HP saya. Ternyata Mode Getarnya sudah tidak berfungsi lagi.Padahal saya baru memilikinya sekitar 6 bulan.

HP saya merk Hi-Tech (music mobile). katanya sih pabrikan dalam negeri (ga tahu juga soalnya belum ngecek).  Saya dapat dari teman saya hasil dari tukar tambah dengan HP lama saya merek Siemen, C75 tipenya. Kelebihannya adalah dual GSM dan banyak feature multimedianya yang tidak dimiliki oleh Siemen C75. Selain itu, Hi-Tech jauh lebih murah dibanding dengan Siemens untuk feature yang sama.

Tentu saja karena beberapa kelebihan itulah saya rela mengeluarkan hp andalan saya sejak dulu, bertahun-tahun saya miliki, tahan banting, kuat, sederhana dan bebas dari isu sebagai penyokong dana buat Israel. terakhir saya dapat kabar, bahwa hp siemen adalah hp yang paling kecil radiasinya dibanding dengan lainnya.

Dengan kejadian ini, saya rindu HP siemens, suaranya yang khas, bobotnya yang pas ingin kembali saya rasakan. Namun, sepertinya saat ini saya belum bisa memilikinya. Ada prioritas lain yang harus didahulukan dananya.Tapi tidak apa-apa, Hi-Tech saya masih bisa melantunkan nasyid palestina, pembangkit semangat kerja, juga masih bisa berkomunikasi dengan lancar. Syaratnya adalah jangan gunakan mode getar saja.

SONG FOR GAZA

January 17, 2009 by asmaf

1100 lebih warga Gaza gugur, setengah diantaranya adalah wanita dan anak-anak. Rumah-rumah mereka hancur, pun dengan mesjid-mesjid dan sekolah-sekolah. kabar terakhir, gudang obat pun ikut roboh.

Sementara, Para pejuang HAMAS habis-habisan mempertahankan haknya. Mereka pantang menyerah hingga nyawa sebagai taruhannya. Bagi mereka menang adalah kemuliaan, dan mati adalah syahid, kematian yang terindah. Subhanallah.. Ya Allah kabulkanlah..

Di lain pihak, para pemimpin dunia ramai membicarakannya. Para pemimpin arab terdiam dan mengeluarkan kalimat-kalimat yang tidak bermakna. kalimat yang “abu-abu”, penuh keraguan. Mereka lupa, korban pembantaian tersebut adalah saudara mereka, serumpun dan yang utama adalah saudara sesama muslim, satu keyakinan.  Mereka khilaf, Rasul mereka pernah berkata bahwa sesama muslim itu laksana satu tubuh, jika salah satu anggotanya sakit, maka semuanya ikut merasakan. atau mereka melupakan ancaman Rasul, Barang siapa yang tidak peduli akan urusan muslimin, maka ia bukan dari golonganku. Nau’dzubillah…

Peristiwa Gaza telah menampakkan kepada mata dunia, siapa teroris, siapa pejuang kebenaran, mana yang benar dan mana yang salah. Dan bagi kaum muslimin, peristiwa ini merupakan pembuktian apakah dia layak disebut mu’minin, munafiqin atau kafirin.

“Wahai Api Jadilah Dingin dan Keselamatan Bagi atas Gaza”

January 10, 2009 by asmaf

10/01/2009
Oleh: Info Palestina

Di tengah peristiwa dan bencana besar yang sedang berlangsung di Jalur Gaza patut kita berhenti sejenak untuk memikirkan sejumlah hakikat penting:

1. Allah sudah berjanji – dan tidak ada yang paling benar janjinya kecuali Dia – dan Rasul-Nya yang dipercaya bahwa umat Islam akan menang dan diberi kekuasaan. Islam akan menjadi pemenang di seluruh tempat. Namun untuk Palestina, Allah dan Rasul-Nya memiliki janji khusus. Beliau bersabda, “Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga kalian memerangi Yahudi dan pohon-pohon dan batu-batu berkata: wahai Muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh dia. Kecuali gorqod karena ia pohon Yahudi,” (HR. Bukhari).

2. Konpirasi terhadap Palestina bukan hasil konflik hari ini. Ia adalah perang panjang yang diusung oleh manusia yang paling benci yang didukung oleh pihak-pihak dari luar dan dalam negeri. Konspirasi terhadap Palestina dari sisi media massa, militer dan politik sangat besar hingga akan menghilangkan gunung. Namun demikian kami menilai kekuatan adalah milik kebangkitan Islam dan para mujahidin dimana para pencintanya atau pembelanya tidak mampu menafsirkan kekuatan itu. Mereka tidak mampu menafsirkan kesabaran dan keteguhan pejuang Palestina dalam menghancurkan konspirasi itu. Karena tidak ada tafsir kecuali hadits Rasulullah, “Segolongan dari umatku akan terus berada dalam kebenaran, mereka akan terus berjuang melawan orang yang memusuhi mereka. Mereka seperti bejana makanan di antara para penyantapnya sampai Allah memutuskan (kemenangan bagi mereka) sementara mereka dalam kondisi seperti itu.” ‘Wahai Rasululah ; dimana mereka?’ “Mereka di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad).

3. Kami menyadari bahwa bahwa musuh Zionis tidak hanya mentargetkan Hamas atau rakyat Palestina saja, namun ketamakan mereka mencakup seluruh Negara-negara Arab. Lihat saja, mata uang resmi mereka yang beredar di bank-bank internasional yang dicetak dengan gambar “Israel Raya”. Israel Raya yang mencakup Palestina, Mesir hingga Nil, Irak hingga Effrat, Jordania, Libanon, Suriah, Kuwait, dan wilayah bagian utara Arab Saudi hingga Khaibar. Dari sisi akidah, Allah berfirman, “Sungguh kalian akan dapatkan manusia yang paling memusuhi umat Islam adalah Yahudi dan orang-orang musyrik,” Pemandangan para syuhada menjelang ajal ketika dibombardir oleh Israel bertakbir dan mengacungkan telunjuk dengan bersyahadat “أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله” menunjukkan tarbiyah (pola pendidikan) para pejuang itu. Hal itu juga menunjukkan hakikat peperangan ini. Di sisi lain, penghancuran dan serangan terhadap masjid-masjid serta penistaan terhadap Rasulullah saw menunjukkan hakikat, dimensi, dan tujuan-tujuan ini.

4. Yahudi dan zionis dahulu memiliki kemampuan menciptakan awal mula peristiwa dan kemampuan mengakirinya. Namun hari ini, meski masih memiliki kemampu memulai namun tidak berdaya menentukan akhir peristiwa itu. Bahkan mereka tidak mampu menanggung ekses dari peristiwa itu.
“كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ”

5. Kelompok yang ikut dalam konspirasi bersama Israel di Tepi Barat atau di tempat lain, yang menyebut roket perlawanan sebagai sia-sia, menyebut kapal pemecah blockade sebagai permaian murahan, tidak lagi memiliki alasan untuk menutupi kejahatan mereka lagi. Apa yang diungkapkan oleh Ustad Nazzal dalam program “bilaa huduud” bahwa bahaya mereka bukan saja bagi rakyat Palestina tapi bagi seluruh bangsa Arab. Kini Fatah hanya bagian dari problem bukan bagian dari solusi.

6. Tidak bisa kita sebut Fatah secara keseluruhan adalah agen penjajah Israel atau kita melupakan perjuangan para pahlawannnya. Namun tidak mungkin kita menyamakan Hamas dan Fatah dengan persamaan yang persis. Sungguh berbeda antara yang memperjuangankan agama Allah dengan yang mengolok-oloknya. Tidak sama proyek Islami dengan proyek sekularisme. Tidak sama warna khomer dan baunya dengan warna dan bau darah syuhada.

7. Kejahatan Israel kali ini tidak perlu pembenaran. Pembantaian kali bukan membalas roket-roket perlawanan Palestina. Serangan kali ini hanya kompensasi di depan bagi pemilu Israel. Siapapun orangnya yang pernah menyatakan atau menulis artikel atau yang menggabar karikatur yang isinya membiarkan para pejuang Palestina, maka ia bertangungjawab di depan Allah Yang Maha Perkasa Raja Langit dan Bumi.

8. Kami serukan kepada semua pihak untuk ikut serta dalam membela dan menolong saudara-saudara kami di Palestina. Satu orang yang memiliki tekad dan cita-cita untuk membela Palestina maka ia tidak akan kehilangan wasilah untuk ke sana. Kami berdoa untuk keluarga kami di Syam, tempat hijrah Ibrahim alaihissalam dan meminta kepada Allah agar menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi mereka sebagaimana bagi Ibrahim.
“قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ”

9. Keluarga kami akan dikubur di bawah tanah Palestina karena dijajah oleh musuh mereka… apa yang kita lakukan? Sungguh kami tidak khawatir terhadap mereka tidak khawatir terhadap tempat isra Rasulullah saw. Namun kami khawatir terhadap diri kita sendiri jika membiarkan mereka sehingga kita akan ditimpa apa yang diperingatkan oleh Rasulullah saw.

مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ. وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ نُصْرَتَه” أخرجه أبو داود، والإمام أحمد في مسنده.

“Tidaklah seseorang yang membiarkan seorang Muslim di tempat dimana kehormatannya dilanggar dan dilecehkan, kecuali Allah akan membiarkannya di tempat yang ia menginginkan pertolongan-Nya di sana. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim di tempat yang kehormatannya dilanggar kecuali Allah akan menolongnya di tempat yang menginginkan ditolong oleh-Nya,” (Abu Daud dan Imam Ahmad). (bn-bsyr)

Gaya Normal

January 7, 2009 by asmaf

Melanjutkan tulisan saya tentang Dinamika dan Hukum Newton yang sudah tertunda cukup lama, kali ini saya akan coba menulis tentang Gaya Normal.

Gaya Normal merupakan komponen dari gaya kontak yang arahnya tegak lurus bidang. Setiap benda yang bersentuhan akan memiliki gaya normal yang arahnya tegak lurus, baik di bidang kasar maupun licin. Gaya Normal biasanya diberi simbol N.

silahkan dilihat gambarnya di tulisan sebelumnya yang berjudul dinamika dan hukum newton.

Angka Penting & Pengukuran

January 7, 2009 by asmaf

Untuk memuaskan rasa penasaran saya mengenai angka penting dan pengukuran, saya coba menanyakan kembali apa yang pernah saya tanyakan sebelumnya yakni apakah angka taksiran dalam pengukuran termasuk angka penting atau bukan? kali ini saya tanyakan kepada Pa Sardjito, salah satu guru senior, Koordinator Fisika SSC Bandung juga dosen di perguruan tinggi di Bandung.

Saat itu, di SSC (Sony Sugema College) Bandung, salah satu Bimbingan Belajar ternama, sedang ada kegiatan Rakernas II, saya bersama teman-teman fisika lainnya diminta untuk menjadi peserta rakernas khusus bidang studi fisika oleh koordinator fisika SSC Bandung, Pa Sardjito. Kesempatan yang sangat berharga bagi saya bisa mengikuti kegiatan tersebut. Bagaimana tidak, saya bisa berjumpa dengan para jago-jago fisika di seluruh Indonesia. Saya bisa belajar banyak dari mereka. Waw… luar biasa.

Ada beberapa pernyataan yang saya dapatkan dari beliau mengenai angka penting dan pengukuran. Dari jawaban-jawaban beliau, alhamdulillah cukup membuat saya lega, karena sebelumnya saya merasa berdosa setelah mengetahui penjelasan dari Mas Febdian bahwa angka taksiran bukan angka penting. Berikut beberapa pernyataan Pa Sarjito tentang angka penting dan pengukuran:

1. Angka penting adalah semua angka hasil dari pengukuran. terdiri dari angka pasti dan angka taksiran. (pernyataan ini berbeda dengan yang saya dapatkan dari Mas Febdian Rusydi).

2. Hasil pengukuran tunggal ditulis

x ± 1/2 nst

contoh: sebuah pensil diukur panjangnya dengan mistar yang memiliki nst=0,1 cm seperti gambar di bawah ini:

A
sumber gambar: diary.febdian.net

sesuai dengan aturan penulisan maka panjang pensil di tulis:

(2,05 ± 0,05) cm

angka 2 dan nol adalah angka pasti dan angka 5 sesudahnya adalah angka taksiran, bisa 1,2,3 dan 4 tergantung penglihatan si pengukur.  namanya juga taksiran. Semuanya adalah angka penting. berbeda dgn pernyataan mas febdian bahwa angka 5 adalah angka takpenting.

3. khusus untuk jangka sorong tidak memiliki angka taksiran, karena pada jangka sorong akan selalu ada skala yang tepat berimpit antara skala nonius dan skala utama. Penulisannya pun adalah

x ± skala nonius.

ingat: skala nonius bukan 1/2 nst.

4. Ilmu pengukuran sangat lazim jika berbeda pendapat, karena merupakan hasil konvensi dari beberapa orang bukan suatu kepastian seperti mis: Gerak Jatuh Bebas, dll. maka harus dituliskan menurut siapa jika kita menyampaikannya kepada orang lain.

Itulah mungkin pernyataan-pernyataan beliau yang dapat saya tuliskan disini. Tentunya pernyataan yang ke-4 ini yang sangat membuat saya lega. Perbedaan yang ada selama ini jangan sampai membuat perpecahan diantara para fisikawan. Jadikan sebagai khasanah keilmuan fisika yang sangat banyak. Jadikan sebagai pemicu untuk membuat kita semakin haus akan ilmu hingga mendapat keyakinan, ilmul yakin, ainul yakin dan haqqul yakin. (kok jadi ngawur nich..). by the way selamat menuntut ilmu.

Barokallah..

December 22, 2008 by asmaf
Barokallohu laka wa baroka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khoiir.

Barokallohu laka wa baroka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khoiir.

Ku ucapkan do’a sambil memelukmu. Tak terasa air mata membahasi pipiku. Suka duka telah kita lalui bersama. Kini kau sudah berumah tangga.

Selamat menempuh hidup baru. Bersama cinta sejatimu. Nikmatilah setiap keindahannya. Hadapilah setiap rintangannya.

Kini, kau telah pergi.Meninggalkan kami di sini. Jangan kau hapus kenangan kita.Agar ukhuwah tetap terjaga.

Ingatlah, dengan berumah tangga hidup harus lebih bermakna. Ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya harus semakin bertambah. Sekarang pemimpinmu telah berganti, bukan lagi Umi dan Abi. Taatilah ia, selama menaati Allah dan Rasul-Nya.

Jika engkau begitu disertai berbuat baik pada Umi dan Abi. Aku do’akan semoga engkau masuk surga.