Amar Makruf Nahyi Munkar

Sekarang ini saudara-saudara kita banyak yang tertimpa mushibah. Mulai dari Banjir Wasior, Gelombang Tsunami di Mentawai dan Gunung Merapi di Magelang. Semoga saudara-saudara kita yang mengalami mushibah diberi kesabaran oleh Allah SWT. Dan kita yang tidak mengalaminya semoga kita pandai-pandai bersyukur kepada Allah SWT.

Menurut para alim ulama, mushibah itu ada tiga kategori: 1. mushibah sebagai ujian dari Allah, 2. sebagai teguran dan 3. sebagai azab. Namun, yang pasti penyebab mushibah itu adalah dari tangan-tangan manusia sendiri. seperti dijelaskan oleh Allah di dalam QS. As-Syuura:30 “Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)“.

Lantas pertanyaannya adalah perbuatan kita apakah yang dapat menyebabkan mushibah itu datang? Menurut Ust. Dr. H. Suhairy Ilyas, MA (nurulyaqin.org) salah satu amalan yang dapat mengundang mushibah (bencana) adalah Meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.

Mengabaikan da’wah : Amar ma’ruf (mengajak manusia pada kebaikan), nahi mungkar (mencegah kemaksiatan) merupakan suatu hal yang menyebabkan kemurkaan Allah sehingga menimbulkan bencana dan musibah.

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ(78)كَانُوا لآ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ(79) ( المائدة 5: 78-79)

Artinya:

78.Dikutuki Allah orang-orang kafir dari Bani Israil  dengan lisan Daud dan Isa bin Maryam. Yang demikian itu karena kedurhakaan mereka dan tingkah laku mereka yang melampaui batas.

79. Mereka tidak punya kepedulian untuk mencegah kemungkaran yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat. (Al-Maidah 5:78-79)

عن ابن مسعود رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم: إن أول ما دخل النقص على بنى إسرائيل كان الرجل يلقى الرجل فيقول: يا هذا اتق الله ودع ما تصنع, فإنه لا يحل لك, ثم يلقاه من الغد فلا يمنعه ذا لك أن يكون أكيله وشريـبه وقعيده, فلما فعلوا ذالك ضرب الله قلوب بعضهم بعض , ثم قال: لعن الذين كفروا من بنىإسرائيل على لسان داود وعيسى ابن مريم الى قوله فاسقون, ثم قال:كلا والله لتأمرن بالمعروف ولتنهون عن المنكر,ولتأخذن على يد الظالم ولتطرنه على الحق أطرا, أو تقصرنه على الحق قصرا!, أو ليضربن الله بقلوب بعضكم  علىبعض , ثم ليلعنكم كما لعنهم0(رواه أبو داود والترمذى)

Artinya:

Menurut keterangan Ibnu Mas’ud r.a. Rasulullah saw.pernah bersabda: Sesungguhnya awal kerusakan Bani Israil adalah tatkala seseorang bertemu dengan seseorang ( pelaku kemungkaran/maksiat), dengan spontan iapun menegurnya:”Takutlah kamu pada kemurkaan Allah! Tinggalkanlah perbuatan mungkarmu ini! karena perbuatan itu tidak halal untuk engkau kerjakan!” Lalu keesokan harinya mereka bertemu lagi, dilihatnya orang itu masih mengerjakan kemungkaran itu juga, namun tidak lagi ditegurnya , bahkan mereka ikut bergaul, sama sama  makan dan sama-sama minum. Setelah mereka berbuat yang demikian, mulailah Allah memecahkan hati sesama mereka (terjadi perpecahan sesama mereka). Lalu Rasulullah saw.membacakan ayat: Dikutuki Allah orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan (pada zaman) Daud dan Isa bin Maryam dst.sampai dengan: ”akan tetapi kebanyakan meraka fasik” (ayat 78-81). Kemudian Rasulullah saw.bersabda: Sungguh demi Allah! Hendaklah kamu mengajak kepada yang ma’ruf dan hendaklah kamu mencegah kemungkaran!, kemudian hendaklah kamu tarik tangan orang-orang yang zalim, tariklah tangan itu menuju yang haq, dan tariklah tangan itu dengan sungguh-sungguh, dan hendaklah kamu berusaha menegakkan yang haq secepat-cepatnya, atau kalau kamu tidak mau, sesungguhnya akan dipukulkan (dipecahkan) hati sesama kamu, kemudian  Allah akan mengutuki kamu semuanya seperti mereka ( Bani Israil) yang telah dikutuki itu.(HR.Abu Daud & Turmudzi).

عن حذيفة ابن اليمان أن النبى صلى الله عليه وسلم قال: والذى نفسى بيده لتأمرن بالمعروف ولتنهون عن المنكر أو ليوشكن الله أن يبعث عليكم عقابا من عنده ثم لتدعونه فلايستجيب لكم (رواه أحمد والترمذى)

Artinya:

Menurut keterangan Hudzaifah bin Yaman, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: “Demi Yang diriku ditanganNya, hendaklah kamu menegakkan yang ma’ruf dan hendaklah kamu mencegah yang mungkar, atau akan datang masanya Allah menurunkan hukuman (bencana) kepadamu, lalu kamu berdo’a namun Allah tidak akan memprkenankan do’amu itu. (HR.Ahmad & Turmudzi).

عن عائشة رضى الله عنهاقالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: مروا بالمعلروف وانهوا عن المنكر قبل أن تدعوا فلا يستجاب لكم0(روا ابن ماجه)

Artinya:

Menurut keterangan Aisyah r.a. Saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:”Tegakkanlah yang ma’ruf dan cegahlah kemungkaran sebelum datang masanya kamu bero’a namun tidak diperkenankan Allah do’amu. (HR.Inmu Majah)

Ayat-ayat dan hadits-hadits di atas menjelaskan bahwa apabila suatu masyarakat tidak punya kepedulian lagi untuk menegakkan yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran dan kemaksiatan ditengah masyarakat, maka Allah swt. mengancam akan menurunkan bencana atau musibah sebagai hukuman bagi mereka. Bahkan apabila bencana itu datang, lalu mereka berdo’a mohon perlindungan Allah swt., maka Allah swt. tidak akan mendengarkan do’a  mereka, apalagi memperkenankannya.

Saudaraku… boleh jadi di sekitar kita banyak sekali kemaksiatan yang sedang merajalela. Sedangkan kita menyaksikannya dan mendiamkannya. Mungkin di dalam rumah kita, di kantor atau mungkin di sekolah. Jangan salahkan siapapun juga jika terjadi kesempitan hidup, kerumitan permasalahan, ketegangan jiwa, dada terasa sempit, punggung terasa berat dll. kecuali kita  menyalahkan diri kita sendiri yang tidak beramar makruf nahyi munkar.

Marilah kita memohon kepada Allah SWT. Agar Allah mengampuni dosa-dosa kita, meneguhkan pendirian kita dan menguatkan kita untuk beramar makruf nahyi munkar. Ya Allah ampuni dosa-dosa kami, kelalaian kami, kami membiarkan kemaksiatan merajalela di tengah-tangah kami, kami membiarkan saudara-saudara kami bermaksiat, bahkan kami berbuat maksiat kepadaMu. Bukakan pintu taubatMu ya Allah… Jangan kau panggil kami sebelum kami beramar makruf nahyi munkar… menegakkan kebenaran… membela saudara-saudara kami yang tertindas… Ampuni kami Ya Allah…

Leave a comment

Filed under Fisika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s